Business

Lulus Kuliah Jadi CPNS, Ini 10 Sekolah Kedinasan Sepi Peminat

Jakarta, 3 April 2025 – Menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) adalah impian banyak lulusan perguruan tinggi di Indonesia. Salah satu jalur untuk meraihnya adalah melalui sekolah kedinasan, yang menyediakan pendidikan untuk mempersiapkan mahasiswa agar siap bekerja sebagai abdi negara. Meskipun banyak yang berminat untuk menjadi CPNS, beberapa sekolah kedinasan justru mengalami penurunan jumlah peminat dalam beberapa tahun terakhir.

Berikut adalah 10 sekolah kedinasan yang sepi peminat meskipun menawarkan peluang besar untuk menjadi CPNS setelah lulus:

1. Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS)

STIS, yang berada di bawah Badan Pusat Statistik (BPS), sering dianggap sebagai salah satu sekolah kedinasan terbaik. Namun, meskipun menawarkan peluang besar untuk menjadi pegawai di BPS, beberapa tahun terakhir STIS mengalami penurunan peminat, mungkin karena kurangnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya peran statistik dalam perekonomian Indonesia.

2. Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN)

PKN STAN dikenal sebagai salah satu lembaga pendidikan kedinasan yang paling diminati untuk menjadi CPNS di sektor keuangan negara. Namun, meskipun memiliki banyak peluang karier, peminat untuk masuk ke PKN STAN cenderung menurun karena banyak lulusan yang lebih memilih jalur pekerjaan langsung di sektor swasta atau memilih pendidikan tinggi di luar negeri.

3. Akademi Militer (Akmil)

Akmil adalah sekolah kedinasan yang diselenggarakan oleh TNI Angkatan Darat untuk mencetak calon perwira militer. Meskipun gaji dan tunjangan yang menjanjikan, peminat Akmil menurun seiring dengan semakin banyaknya anak muda yang mencari karier di bidang non-militer atau sektor swasta yang lebih fleksibel.

4. Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) LAN

STIA LAN adalah lembaga pendidikan yang menghasilkan profesional di bidang administrasi negara. Meskipun memiliki prospek sebagai CPNS, peminat untuk masuk ke STIA LAN terus menurun karena banyak lulusan yang lebih tertarik mengejar karier di dunia swasta yang dianggap lebih fleksibel dan menguntungkan.

5. Politeknik Statistika STIS

Politeknik Statistika STIS juga merupakan salah satu sekolah kedinasan di bawah naungan BPS yang mengalami penurunan peminat. Banyak yang merasa bahwa gelar statistik tidak memiliki prospek karier yang jelas di dunia kerja, terutama di luar BPS.

6. Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Bandung

STIH Bandung adalah salah satu sekolah kedinasan yang menghasilkan lulusan di bidang hukum untuk bekerja di instansi pemerintahan. Namun, meskipun menawarkan prospek karier di dunia hukum, peminatnya menurun karena banyak yang beralih ke universitas hukum swasta atau program studi di luar negeri.

7. Politeknik Transportasi Darat Indonesia (PTDI)

Politeknik ini berfokus pada pelatihan untuk sektor transportasi darat, terutama untuk menjadi pegawai di sektor perhubungan. Namun, meskipun ada peluang untuk menjadi CPNS di sektor transportasi, peminatnya cenderung menurun, mungkin karena kurangnya minat pada karier di sektor pemerintahan.

8. Akademi Keuangan dan Perbankan (AKP)

Akademi Keuangan dan Perbankan (AKP) merupakan lembaga pendidikan kedinasan yang mencetak tenaga ahli di bidang keuangan negara. Meskipun memiliki prospek yang baik, peminatnya terus menurun, terutama karena banyak lulusan yang lebih tertarik bekerja di bank swasta atau lembaga keuangan lainnya.

9. Politeknik Kesehatan Kemenkes (Poltekkes Kemenkes)

Poltekkes Kemenkes menyediakan pendidikan di bidang kesehatan, dengan prospek menjadi pegawai di Kementerian Kesehatan. Namun, meskipun sektor kesehatan terus berkembang, peminat untuk masuk ke Poltekkes Kemenkes mulai berkurang karena banyak yang memilih jalur profesi kesehatan di luar pemerintahan.

10. Akademi Maritim

Akademi Maritim adalah lembaga pendidikan kedinasan yang menyediakan pelatihan untuk sektor pelayaran dan perkapalan. Meskipun sektor maritim sangat penting untuk perekonomian Indonesia, peminat untuk masuk ke akademi ini semakin sedikit, kemungkinan besar karena adanya pilihan karier yang lebih menjanjikan di luar sektor pemerintahan.

Faktor Penurunan Peminat

Beberapa faktor yang mempengaruhi penurunan jumlah peminat di sekolah kedinasan ini antara lain:

  1. Preferensi ke Dunia Swasta
    Banyak lulusan sekolah kedinasan yang lebih memilih untuk bekerja di sektor swasta karena memberikan lebih banyak kebebasan dan peluang karier yang lebih cepat berkembang.
  2. Kurangnya Sosialisasi
    Sekolah kedinasan sering kali tidak dipromosikan dengan baik, sehingga banyak siswa yang tidak mengetahui manfaat dan peluang yang ada di dalamnya.
  3. Ketatnya Persaingan
    Meskipun banyak yang berminat menjadi CPNS, persaingan untuk memasuki sekolah kedinasan sangat ketat, sehingga banyak siswa yang memilih jalur pendidikan lain yang lebih mudah diakses.
  4. Perubahan Minat Generasi Muda
    Generasi muda lebih memilih karier yang lebih fleksibel dan dinamis, seperti berwirausaha, bekerja di perusahaan teknologi, atau di sektor kreatif, yang dianggap lebih relevan dengan perkembangan zaman.

Kesimpulan

Meskipun sekolah kedinasan menawarkan kesempatan untuk menjadi CPNS, beberapa di antaranya mengalami penurunan jumlah peminat. Hal ini mencerminkan perubahan dalam preferensi generasi muda yang lebih memilih jalur karier di sektor swasta yang lebih fleksibel dan menguntungkan. Namun, bagi mereka yang ingin bekerja di sektor publik dan memiliki minat dalam abdi negara, sekolah kedinasan tetap menjadi pilihan yang tepat untuk mengejar karier yang stabil dan memiliki masa depan cerah.

Tinggalkan Balasan